Social Icons

Pages

July 28, 2013

Filosofi Sukses - Air Yang Mengalir

Apakah Anda sedang putus asa karena tidak mendapatkan apa yang diharapkan? Apakah Anda saat ini sedang berpikir untuk berhenti saja dan menyerah? Jangan patah semangat.

Banyak orang lebih suka memilih jalah singkat dan mudah ketika tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, yaitu menyerah dan mundur. Mencoba sekali lagi terasa sangat berat dijalani. Menyerah lebih mudah dilakukan semudah membalikkan telapak tangan.

Memang berbicara lebih mudah daripada berbuat. Hal ini mungkin bisa dimaklumi karena manusia juga ada batasnya. Kalau terus-menerus gagal, bisa jadi semangat mulai goyah dan rapuh.

Mungkin Anda akan mengatakan, “Ngapain lagi saya mencoba. Toh, saya sudah berusaha sekuat tenaga, siang malam tanpa lelah. Tapi apa yang saya dapatkan? Nol.” Pernyataan seperti itu biasanya diucapkan seseorang pada saat sudah putus asa.

Kadang Anda sedang diuji apakah Anda benar-benar dan sungguh-sungguh menginginkan apa yang Anda impikan. Anda akan diuji dalam bentuk masalah, rintangan dan tantangan bahkan kegagalan. Semua itu bisa menghancurkan usaha Anda. Itulah sebabnya mengapa orang yang sukses itu lebih sedikit. Rintangan yang dihadapi kadang melewati batas kemampuan, meski tidak sepenuhnya seperti itu. Hanya mereka yang berhasil melewati itu semualah yang berhak menggapai sukses.

Menyerah adalah pilihan yang sangat mudah dilakukan. Cukup berhenti dan tidak lagi berusaha, dan semuanya selesai. Meskipun mudah, menyerah tidak membuat hidup Anda menjadi lebih baik. Apakah Anda rela apa yang selama ini Anda perjuangkan harus dibuang jauh-jauh hanya karena ingin menyerah?

Anda mungkin ingat, pertama kali memutuskan dan bertekad meraih impian, semangat Anda begitu berkobar panas. Motivasi Anda begitu besar. Anda merasa seolah tak ada siapa pun atau apa pun yang bisa menghalangi Anda. Tapi, seiring berlalunya waktu – ketika rintangan makin besar dan kegagalan terus dialami, semangat yang awalnya panas perlahan padam dan dingin. Itulah saat di mana Anda rentan untuk menyerah.

Jika Anda ingin menyerah, saya ingin Anda belajar dari air yang mengalir. Pergilah ke sungai yang aliran airnya deras atau coba bayangkan sungai dalam pikiran Anda.

Air hanya mengalir ke satu arah, tidak peduli apa pun yang terjadi. Anda takkan bisa melihat air yang maju terus tiba-tiba mundur. Ketika ada batu atau karang besar di tengah sungai, apakah air akan menyerah dan mundur ke belakang? Apakah air akan berkata, “Wah, ada batu besar di depan. Aku takkan bisa melewatinya. Mundur aja, ah.”?

Meski ada batu sebesar apa pun, air akan tetap mengalir maju, melwati batu dengan mengalir ke sisi kiri dan kanan batu. Meski Anda berusaha menghalangi jalannya air dengan membangun penahan sungai, air akan terus mengalir. Seperti bendungan, meskipun air ditahan, ia akan tetap maju dan dalam waktu lama akan terkumpul banyak dan lebih tinggi dari bendungan dan meluber keluar. Hebatnya, semakin ditahan, semakin besar kekuatan air. Makanya air pun bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

Air tidak pernah sekalipun berpikir untuk berbalik arah. Air tidak pernah mundur hanya karena ada penghalang di depan.

Anda bisa belajar dari air yang mengalir. Anda harus maju dan tidak berpikir untuk mundur saat ada rintangan di depan. Jika Anda menemui rintangan, ambillah jalan lain untuk melewatinya, bukannya mundur, seperti air yang melewati sisi kiri dan kanan batu. Air tidak pernah mundur, Anda pun juga jangan mau kalah dengan air.

Air juga tak gentar meski sudah berada di tepi jurang dari air terjun. Ia akan terus mengalir dan jatuh ke bawah dan kemudian mengalir lagi ke depan. Begitu juga, ketika Anda menemui sesuatu yang membuat Anda gentar, Anda harus berani menghadapinya daripada menghindarinya dan menyerah.

Semoga prinsip air yang mengalir ini bisa menyadarkan Anda dari sikap pesimis menjadi lebih optimis, pantang menyerah dan selalu bangkit dari kegagalan untuk menuju impian.

Salam.
--------------------------------------------------------------------------------

1 comment: