Social Icons

Pages

November 27, 2013

Jangan Bandingkan 3 Hal Ini Dengan Orang Lain Jika Ingin Bahagia

Apakah Anda pernah atau sering terjebak dalam keadaan di mana Anda lebih sering memikirkan hidup orang lain ketimbang hidup Anda sendiri?

Banyak dari kita jadi menderita hanya karena tindakan seperti itu.

Apa yang sebenarnya terjadi? Kita secara terus-menerus membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita memikirkan pekerjaan kita, lalu memikirkan pekerjaan orang lain dan membandingkan jabatan siapa yang lebih keren. Kita melihat harta kita, lalu melihat harta orang lain dan kemudian membandingkan siapa yang lebih kaya. Pernahkah Anda seperti itu?

Intinya, kita terus melihat dan mengagumi apa yang terjadi pada orang lain, tapi di sisi lain lupa dengan hidup Anda sendiri seolah-olah hidup Anda tak perlu terlalu dipedulikan.

Membandingkan diri Anda dengan orang lain hanya buang-buang waktu. Baca artikel Sindrom Rumput Tetangga Lebih Hijau agar lebih jelas. Membandingkan sesuatu, terutama membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain akan membuat hidup Anda hancur. Anda takkan bisa merasakan bahagia dengan cara seperti itu. Anda sendiri merasa hidup ini tak ada artinya.

Karena itulah, jangan kebiasaan membanding-bandingkan. Dari sekian banyak hal, ada 3 hal penting yang seharusnya dihindari untuk dibanding-bandingkan.

#1. Uang.

Mungkin inilah yang paling sering terjadi, di mana orang-orang bahkan Anda sendiri suka membuat perbandingan. Kita sekarang hidup di zaman di mana segalanya diukur dengan uang. Status sosial juga diukur dari seberapa banyak uang dan harta yang Anda miliki.

Uang dijadikan sebagai tolak ukur dan indikator seberapa besar status Anda di mata orang lain. Inilah yang membuat kita berlomba-lomba mengejar uang. Pola pikir kita terbentuk bahwa uang adalah segalanya dan uang adalah sumber kekuatan dan kebahagiaan.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan itu. Masalah mulai datang ketika Anda membandingkan uang yang Anda miliki dengan uang orang lain. Ketika Anda yang miskin atau kantong cekak, melihat orang lain yang bisa dengan mudah menghamburkan uang, terjadilah stres. Anda merasa hidup Anda tidak berarti. Hidup Anda terasa sungguh menyedihkan. Itulah yang terjadi.

Bahkan ketika Anda banyak uang, melihat orang lain yang lebih banyak uang, otomatis membuat Anda cemburu jika mulai membandingkan. Membandingkan seperti itu takkan selesai.

#2. Pekerjaan.

Pernah nggak Anda mendengar keluhan orang yang mengatakan kurang lebih seperti ini, “Enak ya kerjaan kamu, santai-santai. Sedangkan saya kerjaan gak habis-habis, bertumpuk, bos galak.”?

Membandingkan pekerjaan atau bahkan jabatan juga lebih baik dihindari. Sering kita lihat orang lain punya jabatan tinggi dengan gaji gede, dan ketika kita mulai membandingkan diri kita yang masih karyawan biasa dengan gaji pas-pasan, akhirnya mengeluh.

Saya pernah ketemu teman yang kerja di perusahaan besar tapi rekan-rekan kerja semuanya menusuk dari belakang, berusaha menarik Anda agar tidak naik jabatan dengan cara menjelek-jelekkan diri Anda. Semua ini terjadi karena semuanya iri. Iri awal mulanya datang dari membanding-bandingkan jabatan. Ketika Anda merasa jabatan Anda lebih rendah dari rekan lain padahal Anda lebih senior, timbullah iri, depresi, frustrasi.

Tak perlu membandingkan pekerjaan atau jabatan. Bandingkan diri Anda yang kemarin, apakah sudah lebih baik dari kemarin? Jika belum, perbaiki. Jika sudah, tingkatkan lagi.

#3. Popularitas.

Ini juga sering terjadi di tempat kerja atau sekolah baik di dunia nyata atau pun drama. Lihat saja orang-orang yang populer, punya banyak kenalan/teman dan lingkungan pergaulan yang luas. Apa yang terjadi? Ada beberapa orang yang tidak senang. Karena apa? Karena membandingkan diri mereka yang tidak populer dengan mereka yang populer.

Sekali lagi, membandingkan seperti itu hanya akan membuat Anda pusing kepala. Bahkan dalam konteks negatif, Anda bisa jadi iri dan gelap mata seperti drama atau sinetron di mana Anda ingin mencelakai mereka hanya karena iri. Bodoh bukan?

Lagian populer atau tidak tak ada hubungannya dengan kebahagiaan. Lebih baik punya sedikit kenalan tapi hubungannya berkualitas daripada punya banyak kenalan tapi hubungan mereka palsu. Kualitas lebih sering mengalahkan kuantitas.

Sebenarnya ada banyak hal yang tidak perlu dibandin-bandingkan. Kalau ingin bahagia, jangan suka membandingkan hidup Anda dengan orang lain, karena itu dunia yang berbeda. Membandingkan sesuatu itu takkan selesai bahkan sampai seumur hidup. Mulailah bersyukur dengan apa yang sudah Anda raih. Dan ingat ini, bahagia itu terbentuk dari dalam, bukan terbentuk dari keadaan tertentu.

Semoga Anda tercerahkan dan salam.
----------------------------------------------------------------------------

1 comment: