Social Icons

Pages

September 29, 2013

Cerita Inspiratif - Office Boy

Seorang pria melamar pekerjaan sebagai office boy di sebuah perusahaan besar. Lalu pada saat wawancara, staf HRD yang mewawancarainya menyuruhnya membersihkan lantai sebagai tes.

Setelah melihat hasilnya, staff HRD ini mengatakan, “Kamu lulus dan diterima.”

Tentu saja pria ini senang bukan main. Tapi kesenangannya hanya bertahan sebentar.

Staff HRD melanjutkan, “Berikan PIN BB kamu dan saya akan kirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu bisa mulai bekerja.”

Pria itu menjawab seadanya, “Maaf pak. Saya tidak punya hape Blackberry.”

Terlihat ekspresi agak kecewa dari wajah staff HRD. Ia membalas, “Kalau kamu tidak punya BB, maaf, kamu tidak bisa diterima bekerja karena semua yang bekerja di sini wajib punya BB.”

“Tapi, pak. Saya tak punya uang. Saya tak mempu beli BB,” balas pria tersebut.

Staff HRD berkata, “Apa boleh buat. Ini sudah peraturan. Maaf.”

Pria tersebut keluar gedung perusahaan dengan harapan kosong dan hati yang sedih. Jangankan beli hape BB, untuk makan tiga kali sehari saja sudah pas-pasan. Di kantongnya pun hanya ada selembar uang seratus ribu. Lalu ia berpikir bagaimana caranya bisa membeli Hape BB agar bisa diterima bekerja, karena ia tak pernah sekolah dan tak punya keahlian apa pun. Karena itu ia hanya bisa melamar jadi office boy.

Timbul ide dalam pikirannya. Ia memutuskan pergi ke pasar dan membeli 10 kg tomat. Lalu ia jual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari dua jam, seluruh tomat habis terjual. Lalu ia kembali lagi ke pasar dan membeli tomat untuk dijual lagi. Lagi-lagi dalam waktu singkat tomat habis terjual.

Pria tersebut melakukan jual-beli selama tiga kali dan uangnya sudah menjadi tiga ratus ribu. Ia pun sadar bahwa ia bisa bertahan hidup dan mencari uang dengan cara seperti ini.

Besoknya ia lebih giat lagi. Ia bangun lebih cepat, pergi pagi dan pulang lebih larut. Hasilnya, uangnya menjadi lebih banyak dua sampai tiga kali lipat dalam sehari. Lambat laun, ia bisa membeli gerobak untuk memudahkan berjualan, lalu mobil, lalu truk dan akhirnya menjadi pemasok tomat dalam skala besar. 5 tahun kemudian, pria ini sudah menjadi salah satu pengusaha dan distributor tomat ternama dan tersukses.

Ketika diwawancara mengenai kisah suksesnya, wartawan sempat menanyakan PIN BB nya karena wartawan ini sangat terinspirasi dan ingin belajar darinya. Tapi pria tersebut hanya menjawab, “Saya tak punya BB.”

Wartawan tersebut berkata, “Wah. Bapak tidak punya BB saja bisa sesukses ini. Bayangkan kalau bapak punya BB, pasti bapak punya lebih banyak relasi dan bisnis bapak pasti akan lebih besar lagi.”

Pria tersebut buru-buru menampik, “Oh, tidak. Kalau saya punya BB, 5 tahun lalu saya sudah jadi office boy bergaji pas-pasan dan takkan jadi seperti sekarang.”

Pembaca sekalian,

Kita sering menganggap halangan sebagai pertanda kegagalan dan kehancuran. Pada saat terhalang karena memiliki keterbatasan, kita cenderung pasrah dan tidak bersemangat lagi untuk melanjutkan. Sama seperti pria di atas yang tidak bisa bekerja hanya karena tidak punya hape BB.

Tapi Anda juga harus ingat, bahwa banyak orang sukses yang dulunya memiliki banyak keterbatasan. Bahkan banyak di antara mereka yang justru sukses berkat keterbatasan itu.

Jadi Anda jangan buru-buru menghakimi Tuhan tidak adil atau hidup ini kejam dan brutal. Sama seperti pria pada cerita di atas. Ia tak punya BB, karena itulah ia tak jadi bekerja, beralih jual tomat dari rumah ke rumah, lalu sukses besar. Andaikan ia punya BB, mungkin saja ia jadi office boy dan nyaman dengan pekerjaannnya.

Sukses kadang seperti misteri yang tak masuk akal. Ada banyak sekali jalan yang ditunjukkan kepada Anda, yang mungkin awalnya tidak masuk akal. Yang perlu Anda ingat adalah, kekurangan sesuatu bukan berarti kegagalan, bisa jadi kekurangan itu akan menuntun Anda ke jalan lain menuju kesuksesan yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Semoga bermanfaat, dan mohon bantuannya untuk membagikan blog ini kepada yang lain.
-------------------------------------------------------------------------

No comments:

Post a Comment