Social Icons

Pages

April 10, 2014

Waktu terus Berjalan (Sebuah Renungan)

Lou Erickson mengatakan, “Life is like a taxi. The meter just keeps ticking whether you are getting somewhere or just standing still.” Hidup itu seperti naik taksi. Argonya akan terus berjalan tidak peduli apakah Anda sedang menuju ke suatu tempat atau hanya diam berdiri.

Pernahkah Anda naik taksi? Anda pasti akan melihat kadang-kadang argonya tetap bertambah meskipun mobilnya tidak berjalan. Argo yang berjalan ini sama seperti waktu yang terus berjalan tidak peduli apakah Anda sedang mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan apa pun seperti patung diam.

Meskipun Anda istirahat, waktu tidak pernah istirahat. Waktu terus berjalan tanpa henti, tanpa pernah menunggu Anda. Waktu tidak memiliki teman, karena itu, waktu selalu berjalan sendirian tanpa menghiraukan orang lain, meskipun orang itu adalah orang hebat, orang kaya bahkan Presiden sekali pun.

Selama ini, pernahkah Anda sadari berapa banyak waktu yang telah Anda buang percuma dengan melakukan sesuatu yang tidak penting atau bahkan tidak melakukan apa pun? Cobalah hitung berapa menit atau berapa jam dalam sehari waktu yang telah Anda buang percuma.

Jika misalkan dalam satu hari, satu jam terbuang percuma maka dalam sebulan, 30 jam sudah terbuang. Dalam setahun, 365 jam terbuang sia-sia. Pernahkah Anda menyadari ini? Bagaimana dalam 10 tahun? Tahukah Anda berapa banyak pencapaian besar yang bisa Anda raih jika Anda menggunakan waktu yang terbuang itu untuk melakukan prioritas yang membawa Anda pada kesuksesan? Sangat banyak sekali tentunya.

Di sisi lain, bukan hanya waktu yang tidak menunggu Anda, melainkan orang lain juga begitu. Jangan berpikir jika Anda bermalas-malasan dan tidak produktif, maka orang lain juga akan ikut-ikutan seperti Anda. Itu tidak mungkin. Beberapa mungkin akan berlaku sama seperti Anda, tapi tidak sedikit yang berlaku sebaliknya.

Dalam perlombaan lari, jika Anda capek dan berhenti, apakah peserta lain juga akan berbaik hati dan berhenti menunggu Anda? Peserta lain akan menyalip Anda. Begitu Anda tersalip, Anda tidak akan punya kesempatan menjadi yang pertama menyentuh garis akhir. Begitu juga dengan kesuksesan. Jika Anda tidak melakukan apa pun, orang lain akan bekerja keras dan bahkan merebut peluang Anda. Siapa cepat, dia yang dapat.

Anda boleh saja diam, tapi orang lain tidak akan tinggal diam. Begitu Anda diam, Anda sudah jauh tertinggal dari mereka yang mendahului Anda. Seorang pemenang tahu betapa berharganya waktu bagi mereka. Mereka memanfaatkan setiap detik untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya. Setiap detik yang mereka lalui tidak akan pernah kembali lagi. Karena itu, mereka menjadikan setiap detik kehidupan yang dilalui sebagai kenangan terbaik yang bisa mereka ukir.

Jadi, apakah Anda sudah mempergunakan waktu Anda dengan baik? Setiap orang diberikan waktu 24 jam sehari, tidak kurang tidak lebih. Sebagian orang mempergunakannya untuk bermalas-malasan, sebagian melakukan sesuatu yang tidak produktif dan tidak berguna dan sebagian memanfaatkannya dengan melakukan prioritas terpenting dalam hidupnya.

Jika ingin tahu betapa berharganya waktu, tanyalah kepada atlit lomba lari olimpiade, atau balap MotoGP atau Formula 1. Juara pertama dan kedua kadang hanya selisih nol koma sekian detik. Hanya beda kecil, tapi hasilnya sangat besar.

Saya pernah diberitahu bahwa 1 jam kita bermalas-malasan, 1 jam itu pula orang kaya sudah menghasilkan jutaan rupiah dari bisnisnya. Di saat kita masih tidur sambil ngences, orang lain sudah terbang entah ke mana. Kita tertinggal jauh. Kita punya waktu yang sama banyak, 24 jam. Tak ada siapa pun yang punya waktu 25 jam sehari. Semuanya dapat jatah waktu sama rata. Tapi cara mengelola waktu itu bisa berbeda-beda tergantung orangnya.

Ingat, Anda bisa memiliki apa pun secara lebih, tapi Anda tidak akan bisa memiliki waktu secara lebih, karena hanya ada 24 jam sehari. Kualitas hidup Anda ditentukan dari seberapa baik Anda menggunakan waktu untuk melakukan sesuatu. Jika Anda tidak pandai-pandai mengelola waktu, hidup Anda kadang terlihat kacau dan tanpa arah. Anda akan terus disibukkan dengan sesuatu yang seolah tak ada habisnya, dan parahnya sesuatu itu malah tidak penting.

Semoga artikel ini bermanfaat dan salam.
-----------------------------------------------------------------------------


No comments:

Post a Comment