Social Icons

Pages

August 30, 2015

Kekuatan Sebuah Pembelajaran

Kevin Systrom adalah salah satu dari sekian banyak orang yang belajar pemrograman komputer secara otodidak—belajar sendiri tanpa diajari. Setelah lulus SMA ia kuliah di Universitas Stanford dengan mengambil jurusan Management & Engineering. Pada saat kuliah ia pernah bekerja sambilan di sebuah perusahaan Startup bernama Odeo yang menjadi cikal bakal lahirnya Twitter.

Setelah lulus dari Stanford ia sempat bekerja di Google sebagai manajer pemasaran produk. Tidak lama setelah itu, ia keluar dari Google dan bergabung di  NextStop, sebuah perusahaan Startup yang didirikan oleh beberapa mantan karyawan Google. Saat bekerja di bagian pemasaran di NextStop—yang diakuisisi Facebook pada tahun 2010—ia meluangkan waktu di malam hari dengan mempelajari cara membuat program. Dengan keahliannya ini, ia sering membantu perusahaan dalam pemrograman.

Kevin keluar dari NextStop untuk membangun perusahaan StartUp sendiri dengan menciptakan aplikasi bernama Burbn. Awalnya Burbn adalah aplikasi mobile web yang memungkinkan pengguna melakukan check-in di lokasi di mana mereka berada. Ternyata Kevin mengetahui kalau ada layanan serupa di Facebook dengan nama Foursquare. Akhirnya Burbn dirombak hingga menjadi Instagram. Dalam waktu beberapa jam saja setelah diluncurkan, sebanyak 25 ribu orang mendaftar hingga membuat server Instagram tumbang. Sebulan setelah peluncuran Instagram mampu menarik satu juta pengguna dan setahun kemudian 10 juta orang sudah menggunakan Intagram.

Kepopuleran Instagram membuat Facebook sedikit terusik karena hanya sedikit pengguna yang memanfaatkan fitur berbagi foto miliknya. Dan akhirnya pada tahun 2012, Facebook mengakuisisi Instagram dengan nilai sebesar satu miliar dolar atau sepuluh triliun rupiah saat itu. Pembelian tersebut termasuk salah satu pembelian terbesar dalam sejarah Facebook.

Kevin Systrom sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan komputer secara formal. Ia tidak mengerti cara memprogram aplikasi. Namun ia memiliki kemauan untuk belajar. Kemauan untuk belajar menjadikannya ahli dalam pemrograman hingga akhirnya kaya raya berkat Instagram. Seandainya ia tidak belajar sendiri, apakah mungkin Instagram bisa lahir dan menjadi populer seperti sekarang? Di Indonesia sendiri, Instagram sedang naik daun dan mengalahkan jejaring sosial lainnya. Ada yang sekadar berbagi foto, ada pula yang memanfaatkannya untuk mempromosikan produk. Terlepas dari kisah suksesnya, kelahiran Instagram diawali dengan kemauan belajar dari sang pencipta.

-------------------------------------------------------------------
Ingin memiliki casing handphone dengan foto kamu sendiri atau gambar sesuai keinginan kamu, klik (melalui smartphone) di http://line.me/ti/p/%40uqg9615m
atau add official line ID: @uqg9615m
atau add Pin BB: 585B7CC9
-------------------------------------------------------------------

2 comments: