Social Icons

Pages

March 4, 2015

Siapakah Diri Anda?

Penghargaan diri berhubungan dengan cara Anda melihat dan memperlakukan diri sendiri. Dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana, siapakah diri Anda? Apakah Anda akan menjawab, “Saya adalah pecundang, selalu gagal dan tak pernah bisa berhasil,” atau menjawab, “Saya adalah calon orang sukses. Meski saya belum sukses, tapi saya akan menuju ke sana.” Ada banyak versi jawaban. Cara Anda menilai siapa diri Anda akan menentukan siapa diri Anda yang sebenarnya di waktu mendatang.

Siapakah diri Anda menurut versi Anda sendiri? Apakah Anda membayangkan sosok diri Anda secara negatif atau secara positif? Berhati-hatilah jika Anda menganggap diri Anda sosok yang tak punya harapan, tak punya masa depan atau hancur-hancuran. Semua itu akan membuat penghargaan diri Anda sakit. Pencapaian Anda akan terhambat oleh apa yang Anda pikirkan mengenai diri Anda.

Mungkin Anda sudah pernah mendengar bahwa potensi manusia sangat luar biasa—termasuk Anda sendiri. Hanya saja potensi itu hilang karena menganggap Anda bukan siapa-siapa. Anda bahkan menghancurkan potensi itu dengan berpikir Anda seorang pecundang. Mungkin Anda berpikir begitu karena kondisi yang sedang Anda jalani saat ini. Anda merasa banyak kekurangan dan keterbatasan. Kekurangan dan keterbatasan itu dijadikan perisai alasan untuk memberikan vonis bahwa Anda tidak mampu dan tidak akan bisa.

Mungkin Anda berpikir orang hebat dan sukses itu orang yang luar biasa dan punya kelebihan khusus. Mereka juga sama seperti Anda, manusia biasa.

  • Albert Einstein dianggap sebagai orang paling jenius di dunia. Tahukah Anda ia baru bisa berbicara saat usia 4 tahun? Nilai sekolahnya buruk dan guru sekolah memintanya untuk keluar.
  • Thomas Edison salah satu penemu terhebat. Sebelum menemukan bola lampu, ia harus gagal ratusan kali. Bahkan saat kecil guru sekolah menganggapnya bodoh dan linglung.
  • Bill Gates adalah orang terkaya di dunia. Sebelum menjadi seperti sekarang, ia sempat gagal menjalankan bisnisnya sebelum mendirikan Microsoft.
  • Benjamin Franklin keluar (Dropout) dari sekolah pada usia 10 tahun tapi mampu menjadi salah satu presiden Amerika paling berpengaruh.
  • Beethoven adalah salah satu komposer paling terkenal padahal sebelumnya banyak orang percaya dirinya tidak akan punya masa depan.
Lima orang pada contoh di atas adalah bukti mereka memiliki kekurangan dan keterbatasan. Mereka juga manusia biasa seperti Anda. Yang membedakan adalah cara mereka memandang diri sendiri. Cara mereka berpikir mengenai diri merekalah yang pada akhirnya menentukan siapa diri mereka yang sebenarnya di masa mendatang. Ketika Thomas Edison gagal ratusan kali menemukan bola lampu apakah ia berpikir dirinya orang gagal? Tidak sama sekali. Ia tidak merasa sebagai orang gagal apalagi pecundang. Ia hanya merasa telah menemukan ratusan cara yang tidak tepat untuk menciptakan bola lampu. Jika saja ia berpikir dirinya orang gagal, mungkin bukan dia yang menemukan bola lampu pertama kali.

Siapa diri Anda? Pikirkan pertanyaan ini baik-baik. Jangan jadikan kondisi sekarang sebagai acuan untuk masa depan. Masa lalu tidak sama dengan masa depan. Banyak orang hebat dan sukses dulunya juga kelihatannya tidak punya peluang dan harapan. Jangan lihat dan nilai diri Anda berdasarkan apa yang terjadi di masa lalu dan sekarang. Lihat diri Anda ke depan. Siapa diri Anda? Anda akan menjadi apa dan meraih apa ditentukan oleh jawaban dari pertanyaan itu.

Semoga artikel ini bermanfaat dan salam.


-------------------------------------------------------------------------

No comments:

Post a Comment