Social Icons

Pages

April 8, 2015

Cerita Inspiratif - Pohon Jambu

Suatu ketika, ada sebuah pohon jambu yang sangat besar dan ada seorang anak kecil yang suka bermain di sana. Ia sering memanjat pohon jambu tersebut, memakan buah jambu dan tidur di bawah pohon jambu yang rindang. Singkat kata, anak kecil itu berteman baik dengan pohon jambu.

Waktu pun berlalu...

Anak kecil itu sudah menjadi remaja dan tidak lagi datang bermain dengan pohon jambu. Suatu hari anak tersebut datang menemui pohon jambu. Wajahnya terlihat murung dan sedih. “Ayo kita bermain!” kata pohon jambu pada anak itu.

Anak itu menjawab, “Aku bukan anak kecil lagi. Aku tidak bisa bermain denganmu lagi. Aku ingin punya mainan lain tapi tidak punya uang untuk membelinya.”

Karena merasa iba, pohon jambu berkata, “Aku tidak punya uang. Tapi kamu boleh mengambil buahku dan menjualnya ke pasar. Uang yang kamu dapat bisa kamu pakai untuk membeli mainan yang kamu mau.”

Anak tersebut begitu senang mendengarnya. Lalu ia mengambil semua jambu di pohon tersebut dan pergi. Anak itu tak pernah kembali lagi sejak saat itu. Hal ini membuat pohon jambu merasa sedih.

Waktu pun berlalu...

Anak itu kembali lagi menemui pohon jambu. Pohon jambu sangat gembira melihatnya kembali. “Ayo kita bermain!” kata pohon jambu dengan semangat.

Anak itu yang sudah bertumbuh dewasa menggelengkan kepala dan membalas, “Aku tak punya waktu untuk bermain. Aku sibuk. Aku harus bekerja untuk menghidupi keluargaku. Aku ingin membangun rumah sederhana. Bisakah kamu membantuku?”

Pohon jambu menjawab, “Aku tidak punya uang untuk membelikanmu rumah. Tapi kamu bisa mengambil dahanku untuk membangun rumah.”

Anak itu sangat senang dengan bantuan yang diberikan pohon jambu. Lalu ia memotong semua dahan pohon jambu dan pergi. Pohon jambu ikut senang melihat kebahagiaan temannya. Tapi ia tak pernah kembali lagi sejak itu. Pohon jambu kembali merasa kesepian.

Waktu pun berlalu...

Anak tersebut kembali lagi setelah beberapa waktu lamanya. Sekarang ia sudah menua. Uban pun sudah banyak tak terhitung. Pohon jambu sangat senang melihat kedatangan temannya. “Sudah lama kita tak berjumpa,” kata pohon jambu. “Ayo kita bermain!”

Temannya menjawab, “Aku sudah tua. Aku tak punya tenaga lagi untuk bermain. Aku ingin bersantai menikmati masa tua dengan naik sampan ke tengah danau dan menenangkan diri. Bisakah kamu membantuku?”

Pohon jambu kembali menjawab, “Kalau begitu tebang saja batangku ini. Batangku sangat besar dan cukup untuk dibuat jadi sampan.”

Lalu anak itu yang sudah tua memotong batang pohon jambu dan pergi dengan perasaan gembira. Lagi-lagi pohon jambu merasa kesepian. Temannya itu pergi lagi dalam waktu lama.

Waktu berlalu...

Akhirnya anak tersebut kembali setelah beberapa tahun lamanya. Ia makin tua dan jalannya pun sangat lambat dengan menggunakan tongkat.

Melihat kedatangan temannya, pohon jambu berkata, “Maaf teman, aku tak punya apa-apa lagi untukmu. Aku tak punya jambu, dahan-dahanku sudah habis kamu ambil dan batangku sudah kamu tebang. Aku tidak bisa membantumu lagi.”

Anak tersebut tersenyum lalu berkata, “Aku datang ke sini hanya untuk menemui kamu. Selama ini aku hanya datang karena butuh bantuanmu. Sekarang aku tak minta apa-apa lagi. Aku hanya ingin istirahat di sini bersamamu. Terimakasih banyak karena telah banyak membantuku selama ini.”

Pohon jambu membalas, “Kalau kamu ingin beristirahat, aku masih punya akar. Kamu bisa duduk atau menyandarkan kepalamu di atas akarku.” Sejak itu, anak tersebut dan pohon jambu akhirnya bisa bersama-sama lagi.

Pembaca sekalian,

Cerita di atas menggambarkan arti penting dari sebuah persahabatan. Sehabat yang terbaik adalah orang yang selalu mendukung dan membantu kita saat kita sedang dalam kesulitan, bukan hanya bersama kita saat senang saja. Pohon jambu dalam cerita di atas selalu membantu temannya meski ia hanya datang saat sedang membutuhkan bantuan. Pohon jambu selalu membantu sebisa mungkin.

Cerita di atas juga bisa menggambarkan tentang kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Orangtua pasti akan berusaha membantu anaknya sebisa mungkin seperti yang dilakukan pohon jambu. Orangtua akan membantu anaknya sebisa mungkin bahkan rela mempertaruhkan nyawa demi anaknya.

Karena itu cintailah orang yang kita sayangi. Sudah seharusnya kita membalas kasih sayang mereka dengan cara menyayangi mereka sepenuh hati.

Semoga artikel ini bermanfaat dan salam.

--------------------------------------------------------------------------------

1 comment:

  1. makasih infonya kakak... kalau berkenan datang di website kami ya? terima kasih http://goo.gl/SURMII dan http://goo.gl/uddshX

    ReplyDelete