Kita
berhak mendapatkan apa pun yang diinginkan tapi kita takkan pernah mendapatkan
semua yang kita inginkan. Begitulah kira-kira kutipan yang pernah saya baca
entah di mana dan saya setuju dengannya.
Artinya
ada saatnya kita mendapatkan apa yang diinginkan dan ada saatnya kita kecewa
karena keinginan tidak sesuai harapan. Itu adalah hal biasa yang akan menimpa
siapa pun tanpa pandang bulu bahkan bulu monyet sekali pun.
Ketika
tidak mendapatkan yang diinginkan, ada beberapa orang yang bisa menerima
kenyataan dan move on, ada beberapa yang kecewa sampai menangis sambil
cakar-cakar dinding. Yang menjadi topik penjelasan untuk artikel kali ini
adalah mengapa bisa muncul kekecewaan saat sesuatu tidak sesuai harapan.
Alasannya
terletak pada sebuah teori yang saya namakan teori ekspektasi. Ekspektasi
adalah harapan. Ekspektasi adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi. Setiap
hari kita selalu mengharapkan sesuatu.
Saat
mendung, kita berharap semoga tidak turun hujan karena tidak bawa jas hujan
saat naik motor atau berharap hujan baru turun setelah tiba di tujuan.










